RUMAH SEHAT “
KINARYA”
Membangun
rumah perlu perencanaan yang matang mengingat rumah akan kita tinggali dalam
jangka waktu yang panjang. Rumah sehat sudah pasti dapat mempengaruhi kehidupan
dari penghuninya, sebagai contoh pengaruh rumah Sehat dalam kehidupan kita adalah:
1.
Penghuni
Tidak Mudah sakit. 2.Keluarga Harmonis 3. Giat bekerja. 4.Betah tinggal di
rumah (selalu ingin pulang)
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam merencanakan Rumah
Sehat, diantaranya adalah:
1.Pencahayaan Matahari.
Ruangan yang minim cahaya matahari dapat menyebabkan mudahnya tumbuh
bakteri dan jamur. Sehingga usahakan setiap ruangan memiliki pencahayaan dari
Matahari yang cukup.
Jendela kaca adalah salah satu komponen bangunan rumah yang banyak
digunakan tempat masuknya cahaya kedalam rumah. Selain itu juga dapat pula
digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan dipasang jendela, misalnya
karena dibatasi oleh tembok rumah tetangga anda. Cara lain ialah dengan
menggunakan atap genteng kaca ataupun penggunaan bahan polycarbonat pada atap
carpot di rumah anda. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca ataupun glass
block juga bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai
salah satu ornamen arsitektur yang yang banyak diterapkan saat ini.
2.Sirkulasi
Udara
Manusia memerlukan suplai udara segar yang cukup agar bisa beraktifitas
dengan baik. Bisa dibayangkan jika anda berada di sebuah ruangan tanpa
ventilasi udara, pasti terasa pengap, menyesakkan dada dan tidak nyaman bukan ?
Bagaimanapun juga ventilasi udara berfungsi untuk melakukan pertukaran udara
dari dan menuju kedalam rumah. Untuk itu, ukuran ventilasi udara pada bangunan
rumah harus dibuat secara cukup sehingga mampu mengalirkan udara segar yang
diperlukan kedalam ruangan.
Penempatan titik-titik ventilasi udara bisa dilakukan berdasarkan
kebutuhan dan arah angin yang paling dominan di lokasi rumah anda. Selain itu
pergerakan udara didalam rumah bisa diakibatkan oleh perbedaan suhu antara
daerah yang terpapar sinar matahari dengan bagian yang terlindung, misalnya
adanya pepohonan di halaman rumah juga akan turut mempengaruhi proses sirkulasi
udara di rumah anda. Upayakan agar aliran udara harus diarahkan ke ruang-ruang
yang sering digunakan sehingga proses penghawaan alami bisa efisien.
3.TATA RUANG
Tidak ada standar patokan yang kaku tentang bagaimana menata ruangan,
karena setiap bangunan rumah pasti memiliki karakteristik aktivitas yang
berbeda-beda. Patokan yang ada adalah ukuran-ukuran baku tentang luasan minimum
ruang yang diperlukan untuk aktivitas manusia, akan tetapi penataan lay out
ruang itu sendiri akan dikembalikan pada kreativitas masing-masing
perancangnya. Tata Ruang yang baik juga memperhatikan Alur ruang yang nyaman menurut kebiasaan Pemilik Rumah.
Dalam membuat perencanaan ruang, ada baiknya anda berkonsultasi dulu
dengan keluarga/rekan-rekan yang anda percaya atau bila perlu dengan arsitek
agar bisa tercipta rumah yang nyaman.
4.Sanitasi
rumah
Setiap aktivitas manusia pasti akan menghasilkan limbah berupa sampah,
entah itu jenis sampah organik maupun anorganik. Sepintas memang terlihat
sepele, namun bila tidak diatur secara baik, maka akan mengundang potensi
penyakit bagi penghuni rumah. Sanitasi rumah adalah segala jenis upaya untuk
mengatur limbah sebagai produk sampingan akibat penghunian sebuah bangunan
rumah, sedemikian rupa agar tidak menyebabkan kontaminasi bagi penghuni rumah
tersebut. Bentuk sanitasi misalnya adalah pembuatan septic tank, lubang resapan
air kotor dan bak sampah.
Perhatikan bahwa lokasi sumur air harus dibuat berjarak minimal 10 m
dari septic tank agar tidak tercemar bakteri dari kotoran manusia. Berlangganan
PDAM/air ledeng adalah alternatif bila kondisi air di tempat anda sudah tidak
memenuhi syarat sebagai bahan baku air minum. Sampah dari dapur, tempat cuci
piring, harus segera dikumpulkan dan dimasukkan dalam tempat sampah tertutup
agar tidak mengundang lalat/kecoa.
5.Tidak Mengabaikan Estetika Bangunan (FASAD)
Sepintas, memang tidak ada kaitan langsung antara fasade dengan
fungsi-fungsi sebuah bangunan rumah. Akan tetapi bagi sebagian kalangan, fasade
justru memiliki peranan yang tidak bisa diabaikan dalam membuat hunian yang
nyaman. Bagaimanapun juga, sebelum memasuki bangunan, setiap orang pasti akan
melihat fasade rumah dan memberikan ‘kesan pertama’ tentang orang yang
mendiaminya. Kesan hangat, ceria, nyaman, jujur, terbuka ataupun sebaliknya
kesan dingin, monoton, kaku, tertutup bisa timbul hanya dengan melihat fasade
rumah.
Seperti halnya wajah manusia, fasade sebagai wajah bangunan juga bisa
mencerminkan karakter isi bangunan. Ada banyak desain fasade yang berkembang di
masyarakat. Misalnya gaya minimalis, gaya mediterrania, gaya yunani, gaya
tropis, dan sebagainya. Pilihlah fasade yang sesuai dengan keinginan anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar