Pertanyaan:
Yth bpk agung
HS, saya memiliki tanah kecil ukuran 9 x 15. Saya ingin membangun rumah yang
dapat memenuhi kebutuhan ruang keluarga saya hingga 15 tahun kedepan, namun
dana yang saya miliki tidak cukup untuk membangun semua ruang yang saya butuhkan.
Mohon saran dari bapak supaya apabila dikemudian hari saya menambah bangunan,
tetap indah dan tidak bongkar bongkar lagi.terima kasih.
Jawaban:
Keinginan bapak
tersebut dapat diwujudkan dengan konsep Rumah Tumbuh. Rumah tumbuh adalah
sebuah konsep dimana saat membangun rumah tidak perlu membangun seluruh
bangunan rumah, namun hanya sebagian saja. Bagi sebagian orang membangun rumah
adalah hal yang sulit terealisasi karena membutuhkan dana tidak sedikit, namun
bagi yang memiliki dana terbatas pun bisa membangun rumah dengan model rumah
tumbuh. Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu
mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya, misalnya karena
diperkirakan anggota keluarga bertambah.
Konsep rumah
tumbuh inipun memerlukan perencaan desain rumah secara matang sejak dini karena
memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan perluasan bangunan, menambah
lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung. Dari awal, rencanakan dengan
denah rumah lengkap, dan kira-kira sejauh mana rumah ini dapat dibangun dengan
tetap memperhatikan kesehatan bangunan. Pondasi model rumah tumbuh ini sama
seperti pondasi rumah biasa, hanya perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus
dapat menunjang pembangunan selanjutnya, misalnya ditingkat. Dengan kata lain
strukturnya, tidak hanya pondasi saja, harus disiapkan agar dapat menerima
beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan.
Prioritas tahap
pembangunan merupakan kunci utama untuk model rumah tumbuh, mana yang dibangun
pertama dan terakhir saat perluasan. Biasanya denah rumah yang didahulukan
adalah ruang-ruang primer seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur
secukupnya, kamar mandi dan dapur. Penataan ruang juga perlu dibuat
sedemikian rupa, misalnya perencanaan dimana letak tangga, letak toilet, letak
taman, letak tandon air, dan sebagainya. Memang dalam hal ini faktor model
rumah sangat menentukan pada awal pembangunan. Setelah rumah inti dibangun,
maka selanjutnya pengembangan rumah dapat dilakukan.
Khusus untuk
tanah yang bapak miliki, saya sarankan pengembangan bangunan tambahan naik
keatas atau dua lantai, hal ini untuk mejaga sirkulasi udara dan pencahayaan
yang cukup di dalam rumah. Sisakan tanah kosong dibelakang minimal 3 meter dan
halaman depan minimal 3 meter.
Hal hal yang
perlu bapak perhatikan dalam membangun rumah tumbuh ini adalah:
1.
Perlunya tetap dalam design semula, karena dalam
perjalanan waktu maka trend design bangunan akan berubah, hal ini supaya tidak
menambah biaya yang tidak perlu.
2.
Apabila bangunan tingkat, maka dak lantai 2 yang akan
menjadi atap sementara sebelum bangunan dilanjutkan, perlu diperlakukan sebagai
dak atap. Seperti dilapisi water proofing dan dibuat selokan air dengan sudut
kemiringan permukaan dak diarahkan ke selokan.
3.
Grand Design Rumah diupayakan dapat memenuhi kebutuhan
15 tahun kedepan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar