Jumat, 18 Maret 2016

Konsep Rumah Tumbuh

Pertanyaan:
Yth bpk agung HS, saya memiliki tanah kecil ukuran 9 x 15. Saya ingin membangun rumah yang dapat memenuhi kebutuhan ruang keluarga saya hingga 15 tahun kedepan, namun dana yang saya miliki tidak cukup untuk membangun semua ruang yang saya butuhkan. Mohon saran dari bapak supaya apabila dikemudian hari saya menambah bangunan, tetap indah dan tidak bongkar bongkar lagi.terima kasih.

Jawaban:

Keinginan bapak tersebut dapat diwujudkan dengan konsep Rumah Tumbuh. Rumah tumbuh adalah sebuah konsep dimana saat membangun rumah tidak perlu membangun seluruh bangunan rumah, namun hanya sebagian saja. Bagi sebagian orang membangun rumah adalah hal yang sulit terealisasi karena membutuhkan dana tidak sedikit, namun bagi yang memiliki dana terbatas pun bisa membangun rumah dengan model rumah tumbuh. Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya, misalnya karena diperkirakan anggota keluarga bertambah.
Konsep rumah tumbuh inipun memerlukan perencaan desain rumah secara matang sejak dini karena memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan perluasan bangunan, menambah lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung. Dari awal, rencanakan dengan denah rumah lengkap, dan kira-kira sejauh mana rumah ini dapat dibangun dengan tetap memperhatikan kesehatan bangunan. Pondasi model rumah tumbuh ini sama seperti pondasi rumah biasa, hanya perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus dapat menunjang pembangunan selanjutnya, misalnya ditingkat. Dengan kata lain strukturnya, tidak hanya pondasi saja, harus disiapkan agar dapat menerima beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan.
Prioritas tahap pembangunan merupakan kunci utama untuk model rumah tumbuh, mana yang dibangun pertama dan terakhir saat perluasan. Biasanya denah rumah yang didahulukan adalah ruang-ruang primer seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur secukupnya, kamar mandi dan dapur.  Penataan ruang juga perlu dibuat sedemikian rupa, misalnya perencanaan dimana letak tangga, letak toilet, letak taman, letak tandon air, dan sebagainya. Memang dalam hal ini faktor model rumah sangat menentukan pada awal pembangunan. Setelah rumah inti dibangun, maka selanjutnya pengembangan rumah dapat dilakukan.
Khusus untuk tanah yang bapak miliki, saya sarankan pengembangan bangunan tambahan naik keatas atau dua lantai, hal ini untuk mejaga sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup di dalam rumah. Sisakan tanah kosong dibelakang minimal 3 meter dan halaman depan minimal 3 meter.
Hal hal yang perlu bapak perhatikan dalam membangun rumah tumbuh ini adalah:
1.    Perlunya tetap dalam design semula, karena dalam perjalanan waktu maka trend design bangunan akan berubah, hal ini supaya tidak menambah biaya yang tidak perlu.
2.    Apabila bangunan tingkat, maka dak lantai 2 yang akan menjadi atap sementara sebelum bangunan dilanjutkan, perlu diperlakukan sebagai dak atap. Seperti dilapisi water proofing dan dibuat selokan air dengan sudut kemiringan permukaan dak diarahkan ke selokan.

3.    Grand Design Rumah diupayakan dapat memenuhi kebutuhan 15 tahun kedepan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar